Wednesday, August 10, 2011

Hal "Membatalkan"

"Pemirsa, saya baru saja membatalkan puasa, dengan makanan khas Medan yang dijual ...," kira-kira begitulah cara presenter sebuah stasiun tv swasta. Saat itu saya dan ibu menyaksikan berita mengenai hiruk pikuk masyarakat Medan menyambut bulan puasa. Topik menarik pada saat yang tepat? Mungkin.

Tapi yang menarik bagi saya adalah keterbatasan bahasa, tentang ritual makan pada saat beduk maghrib. Membatalkan? pikir saya. Bukankah lebih enak dengan istilah 'berbuka puasa'?

"Bulan puasa yang lalu kamu batal berapa kali?"
"Tiap maghrib aku batalkan dengan kolak."

No offense.

No comments:

Post a Comment